Bagi pasangan yang baru menikah, segala macam nasehat tentang bagaimana menjalankan sebuah rumah tangga pasti selalu menjadi bahasan kedua belah pihak, baik dari pihak istri maupun suami. Harus ini, harus itu, begini, begitu, tidak ada habisnya. Maklumlah, pasangan baru dianggap belum berpengalaman. Meskipun kadang kala kita sudah mempunyai jalan sendiri dalam mengarungi rumah tangga. Dari sini saya coba mengatakan " Cobalah untuk berkata IYA atas seluruh nasehat yang disampaikan kedua orang tua, ambil yang terbaik meskipun nanti pada pelaksanaannya hanya kalian berdua saja yang tahu"
Safety di segala kondisi
Safety..berasal dari kata Safe yang artinya aman. Kata safety biasanya dikaitkan keadaan yang aman dalam melakukan suatu pekerjaan. Untuk menentukan tingkatan keamanan dalam suatu pekerjaan, biasanya dilakukan analisa baik itu dari segi alat yang digunakan sampai proses awal dimulainya pekerjaan hingga pekerjaan itu selesai. Semua itu bertujuan untuk menjaga baik alat dan para pekerja bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik tanpa cedera/kecelakaan. Pemahaman tentang safety bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Sebagai contoh penempatan alat listrik yang tidak mungkin terjangkau oleh anak bayi/kecil yang belum memahami betul tentang bahaya yang akan dihadapi.
Pelajar dan kebrutalan
Sungguh menyedihkan kalau melihat kondisi pelajar jaman sekarang. Salah siapa? Orang tua, keluarga, lingkungan rumah, sekolah??? Kira-kira latar belakang apa yang membuat kebrutalan pelajar itu muncul. Kekerasan dan kebrutalan bukan hanya dilakukan pelajar laki-laki. Beredarnya video di media online menunjukkan, pelajar wanita mampu melakukan kekerasan dan kebrutalan sama seperti yang dilakukan pelajar laki-laki. Langkah seperti apa yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi kekerasan dan kebrutalan di kalangan pelajar??
Kuliah - Bekerja vs Swasta
Pilihan yang sulit memang. Kebanyakan orang tua mengharapkan anak-anaknya mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dengan harapan memperoleh pekerjaan yang bisa menunjang kehidupannya. Tetapi ternyata untuk mendapatkan pekerjaan tidaklah semudah membalikkkan telapak tangan. Semakin banyaknya lulusan setiap tahun menambha jumlah pengangguran. dan yang lebih parah lagi jika orang tua tidak mau "menerima" kondisi apabila memilih untuk swasta saja, dan beranggapan bahwa telah menyia-nyiakan semua yang telah diberikan pada saat duduk di bangku perkuliahan.
Siti Nurbaya 2012 ternyata masih ada
Sebut saja namanya XXX seorang perempuan dengan pendidikan perguruan tinggi harus mengalami seperti yang dialami oleh Siti Nurbaya. Menikah dengan orang yang tidak dicintai dan disayangi. Bahkan dalam status keluarga, suaminya masih merupakan OM dari pihak ibu perempuan tersebut. Meskipun sudah memasuki tahun 2012 ternyata cara berpikir masyarakat indonesia masih kolot. Memang tidak ada yang salah dengan menjodohkan anak, tapi sepertinya tidak berlaku lagi bagi masyarakat modern.
Permasalahan tenaga kerja outsourcing dan pekerja waktu tertentu
Permasalahan tenaga kerja di Indonesia. Terutama bagi para pekerja outsourcing dan pekerja waktu tertentu. Ternyata masih terjadi penyimpangan terhadap dua kelompok pekerja tersebut. Iming-iming perusahaan untuk menggangkat menjadi karyawan tetap suatu perusahaan kadang kala hanya isap jempol belaka. Hak dan kewajiban tidak seimbang. Kadang kala menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Pihak perusahaan lebih memilih untuk membahagiakan pemilik saham daripada karyawan yang menghasilkan.
Pelayanan yang tidak memuaskan
Kalian sebagai konsumen, pada saat masuk ke sebuah tempat dengan skala besar, misalnya mall, rumah sakit, hotel pasti ingin mendapatkan pelayanan yang ramah, santun, dengan senyuman dan cepat. Bagaimana jika anda tidak mendapatkan itu semua, dan pernahkah anda melaporkan kepada atasan atau penanggung jawab mereka atas pelayanan yang buruk?
Autis dimata masyarakat
Apa anda punya keluarga, tetangga, atau pernah melihat secara langsung anak autis? Bagaimana perasaan anda jika didalam keluarga anda ada yang menderita autis? Apakah mendapatkan pendidikan seperti layaknya manusia normal, seperti sekolah? Pernahkah anda mengajak mereka untuk berinteraksi, misalnya pergi ke mall?
Langganan:
Postingan (Atom)